Thursday, 23 October 2008

SEMESTER 2: MINGGU KEDUABELAS

Hari Senin dalam kuliah kami mulai Langkah 3 yang menggambarkan rumah berbeda dari kepulauan Indonesia. Ada banyak kata baru dan masing-masing mahasiswa membuat bagan rumahnya untuk menggambarkan kepada kelas. Besok kami mulai festival Yahudi selama delapan hari yang disebut Sukkoth, atau Festival Pondok-pondok. Festival ini bercirikan dengan pembangunan pondok yang terbuat dari cabang dan dengan berkumpul empat macam tanaman khusus. Dengan tanaman itu Yahudi sholat untuk kesuburan negeri dan untuk hujan. Dua hari pertama dan dua hari terakhir dari festival ini sacral untuk orang Yahudi. Sayang, saya tidak akan datang ke kuliah selama hari-hari itu. Hari Kamis kami akan diuji, jadi saya harus belajar selama hari yang ini.

"Sukkah" adalah pondok yang dinding terbuat dari ijuk atau kayu dan yang atap terbuat dari cabang.
Orang Yahudi bermain gitar dan menyanyi dalam sukkah selama festival ini.


Empat macam tanaman yang dipakai untuk sholat selama festival ini.

Wednesday, 22 October 2008

SEMESTER 2: MINGGU KESEBELAS

Hari Senin dalam kuliah kami terus belajar Langkah 2 yang melihat lingkungan di Indonesia. Kami belajar bagaimana padi ditanam dan juga musim berbeda yang berlangsung di sini dan di Indonesia. Karena hari Kamis ada hari raya Yahudi, Yom Kippur, yang hari berpuasa, saya tidak akan datang ke kampus hari itu, jadi saya sudah memberi tugas saya kepada Bu Indra:

PERJALANAN KE INDONESIA: JAWA DAN BALI

Hari Minggu, 21. September:

Hari ini saya dan isterik saya naik pesawat terbang ke Indonesia. Perjalanan ini selama dua minggu sampai 4. Oktober dan kami akan mengunjungi dua pulau: Jawa dan Bali. Kami bangun pagi-pagi pada jam setengah tujuh dan kemudian naik taksi ke pelabuhan udara. Sesudah kami menerima pas naik dengan nomor tempat duduk kami dan mendaftarkan bagasi, kami pergi ke pintu nomor tiga dan tunggu penerbangan kami. Keberangkatan penerbangan ini tepat pada waktunya jam sembilan lewat seperempat. Di pesawat terbang Garuda 457 ke Jakarta pramugari semua ramah sekali. Mereka melayani kami makan pagi dengan kopi yang sangat enak.
Selama penerbangan saya menonton film. Karena pelabuhan udara di Jakarta sibuk sekali, penerbangan kami terlambat sedikit. Sesudah kami melewati imigrasi dan mencari kopor kami dari tempat pengambilan bagasi, kami naik taksi ke hotel kami. Aduh! Jakarta kota besar banget dengan banyak orang yang naik sepeda motor.
Sesudah tiba di hotel kami, kami mandi dan lalu makan siang di rumah makan vegetarian dekat hotel. Lalu kami jalan kaki ke Kota Tua Jakarta untuk jalan-jalan di sana; ada banyak orang Cina—peranakan—yang tinggal di sana. Daerah ini pusat kebudayaan Betawi. Sebelum makan sore di hotel, kami mengunjungi Masjid Istiqlal. Masjid ini besar dan indah sekali. Malam harinya isteri saya mau pergi berbelanja, jadi kami naik bis kota ke Plaza Senayan.
Di plaza itu ada banyak butik yang menjual pakaian bermerek Versace, Calvin Klein, Prada, Bulgari, Bali, Escarda dan banyak merek beken lain. Pada hari-hari ini sedang ada obral dan harga barang di sini jauh lebih murah daripada harga barang di Australia. Isteri saya membeli rok berwarna biru terbuat dari sutera. Sesudah berbelanja kami minum teh dan lalu kembali ke hotel untuk tidur.

Hari Senin, 22. September

Pagi hari sesudah makan pagi kami kembali ke Kota untuk berkunjung ke Museum Sejarah. Museum ini menarik sekali dengan banyak gambar tua. Kemudian kami pergi ke Taman Margasatwa Ragunan. Di sana ada lebih dari lima ratus macam binatang, yang berasal dari seluruh kepulauan Indonesia. Kami melihat monyet, gajah, harimau, orang-utan, buaya dan banyak binatang lain. Karena besok pagi-pagi kami akan berangkat dari Jakarta dengan kereta api ke Yogyakarta, kami kembali ke hotel sangat awal untuk tidur.


Hari Selasa, 23. September

Pagi ini kami naik kereta api yang berangkat dari Jakarta pada jam enam dan tiba di Yogyakarta pada jam setengah tujuh sore. Tidak ada waktu untuk makan pagi di hotel, tapi di setasiun kereta-api ada penjaja yang menjajakan makanan kecil. Kami membeli pisang goreng. Enak sekali! Selama perjalanan kereta-api kami melihat lingkungan di sekitar kami, juga membaca buku dan tidur sedikit. Sesudah kami tiba ke Yogyakarta, kami naik taksi ke hotel kami dan makan malam. Lalu kami jalan-jalan di kota. Yogyakarta lebih menarik daripada Jakarta, karena kota ini pusat kebudayaan Jawa. Malam harinya kami pergi menonton wayang kulit, yang sangat !

Hari Rabu, 24. September

Pagi hari kami berangkat dari Yogyakarta dengan bis wisatawan ke Borobudur, kira-kira empat puluh kilometer dari Yogya. Borobudur adalah candi Budha yang sangat tua dan sangat besar. Pada abad ke-14 sesudah agama Islam datang ke Jawa, tidak ada orang Budha yang bersembahyang di sana. Sir Stamford Raffles kemudian menemukan candi ini pada 1814. Ada banyak wisatawan di sana, dan istri saya mengambil banyak potret.

Malam hari kami pergi ke pasar malam, Pasar Beringhajo. Ada banyak barang untuk dibeli, dan pasar sangat penuh dengan banyak orang. Saya dapat menawar dalam bahasa Indonesia dan kami membeli dua helai sarung dengan harga murah sekali. Kami juga beli buah-buahan untuk membawa ke hotel: sesisir pisang, seikat rambutan, sekilo manggis dan sebuah nanas. Buah Indonesia segar-segar dan enak-enak!


Hari Kamis, 25. September

Hari ini kami pergi ke Kraton Yogyakarta atau Kraton Ngayogyakarta, yang tempat tinggal Sri Sultan Hamengkubuwono. Di sana kami melihat Paligaran dan Siti Hinggel, Museum Kereta, Alun-alun Selatan dan Utara, dan Taman Sari. Di Taman Sari ada kebun indah dan tua sekali. Di sana dulu tinggal semua orang perempuan simpanan(harem); sultan dapat melihat siapa yang tercantik dan dia dipilih untuk tempat tidur dengan Sultan.


Hari Jumat, 26. September


Hari ini kami naik bis ke Prambanan, kira-kira tujuh puluh kilometer dari Yogyakarta. Prambanan candi Hindu dibangun pada abad ke-10 selama masa raja kekuasaan Hindu Mataram. Prambanan daerah yang dilindungi oleh UNESCO. Sesudah kami kembali ke Yogya, kami pergi ke pabrik kecil yang membuat kain batik. Menarik sekali untuk menonton. Setiap orang harus bekerja kerasdengan cermat, agar batik akan menjadi sangat indah.


Hari Sabtu, 27. September

Hari ini kami lagi malas. Cuacanya panas dan lembab, jadi kami berenang di kolam berenang di dekat hotel kami. Wah! Menyenangkan banget! Kami juga pergi ke setasiun kereta-api untuk membeli tiket buat besok ke Surabaya dari loket karcis. Kami bertanya kapan berangkat kereta-api yang tiba ke Surabaya kira-kira jam satu siang. Adalah kereta-api yang berangkat dari Yogya jam delapan kurang seperempat dan tiba ke Surabaya jam satu lewat seperempat. Harga tiket kelas eksekutif hanya seratus empat puluh ribu rupiah!


Hari Minggu, 28. September


Sesudah kami tiba ke Surabaya kami naik taksi ke gedung yang menarik sekali. Gedung ini gereja kaum Yahudi: Adalah satu-satunya sinagoge di seluruh Indonesia. Dulu, ada dua ribu Yahudi di Indonesia, paling banyak ada di Surabaya. Mereka datang sebagai pedagang dari Holland, tapi ada juga itu yang datang dari Iraq atau Eden. Sekarang hanya sedikit yang masih tinggal di Surabaya dan yang menjaga sinagoge ini. Kami bercakap-cakap dengan Leah Zahavi, seorang wanita tua Yahudi yang menjaga sinagoge. Hampir semua keluarganya sudah berangkat dari Indonesia dan sekarang tinggal di Israel, tapi dia cinta tinggal di Indonesia, tidak mau berangkat.


Hari Senin, 29. September


Hari ini hari terakhir kami di Jawa. Besok kami akan naik feri ke Bali, tapi hari ini kami masih mau melihat Gunung Bromo. Kami menyewa mobil pribadi untuk menyetir ke sana. Saya harus menawar dengan sopir, tapi dia memberi harga cukup murah. Gunung Bromo bukan gunung yang tertinggi. Tingginya cuma dua ribu tiga ratus dua puluh sembilan meter. Gunung ini gunung berapi yang masih aktif. Kadang-kadang gunung ini meletus dan mengeluarkan lahar. Lingkungan di sekitar gunung berapi ini sangat indah.

Hari Selasa, 30. September


Hari ini kami naik feri dari Ketapang, Jawa ke Gilimanuk, Bali Barat. Perjalanan ini hanya dua puluh menit, dan ongkosnya murah sekali, cuma Rp. 3300. Sesudah kami tiba di Gilimanuk, kami naik bis ke Ubud, pusat kebudayaan di tengah pulau. Di Bali kami tidak mau tinggal di hotel: kami sudah menyewa rumah kecil di tengah sawah di daerah Sayan, kira-kira empat kilometer dari pasar Ubud dan Jalan Hanoman.

Hari Rabu, 1. Oktober


Hari ini kami sedang bersantai dan jalan-jalan di sawah. Kami melihat petani-petani yang mengairi atau membajak sawah, ada juga yang menyemai bibit-bibit dengan rapi. Padi semua kehijau-hijauan, jadi isteri memotret banyak.


Hari Kamis, 2. Oktober


Wah! Berbelanja lagi, tapi tidak di plaza Jakarta atau pasar Yogya, tapi kali ini di Jalan Hanoman! Isteri membeli anting-anting terbuat dari perak dan beberapa mainan bagi cucu. Saya membeli alat musik Bali yang disebut "tingklik" dan terbuat dari bambu. Malam hari kami menonton pertunjukan legong dengan musik gamelan Bali. Kami sangat suka pertunjukan ini!

Hari Jumat, 3. Oktober

Hari ini kami naik mobil pribadi ke Gunung Agung, tempat suci bagi orang Bali dan agama Hindu.Seperti Gunung Bromo, gunung ini gunung berapi aktif. Waktu terakhir meletus gunung api ini pada 1963. Di atas gunung ada candi Besakih, candi yang paling suci di Bali. Kami menonton orang Bali, yang sedang bersembahyang di sana. Indah dan menarik sekali!

Hari Sabtu, 4. Oktober

Hari ini kami naik taksi ke pelabuhan udara di Denpasar untuk kembali ke Perth. Di pesawat terbang, isteri saya dan saya menonton semua gambar-gambar yang dia sudah memotret. Perjalanan ini sangat menyenangkan, dan kami mau segera kembali untuk perjalanan yang lain di Indonesia.

Thursday, 25 September 2008

SEMESTER 2: MINGGU KESEMBILAN

Minggu ini kami mulai belajar Langkah 2 dalam buku baru. Langkah yang ini bernama "Lihatlah lingkungkan di sekitar kita!" Kami belajar kata baru untuk berbicara tentang buaca, binatang dan padi yang ditanam di sawah.

Ini ramalan cuaca selama tiga hari mendatang:

Hari Jumat masih adalah banyak hujan, tapi tidak dingin sekali, dengan suhu udara enam derajat Celsius minimun dan lima belas maksimum. Udara sangat lembab dan langit mendung. Jangan lupa bawa payung!


Hari Sabtu selama siang akan lebih panas, dengan suhu udara sembilan belas Celsius maksimun, tapi hari Sabtu malam sesejuk hari Jumat malam. Suhu lagi enam derajat. Siang hari langit akan cerah tapi agak berawan.


Hari Minggu kami tentu dapat bilang musim semi sudah datang! Hari Minggu akan lebih panas. Suhu akan delapan derajat minimum dan dua puluh tiga maksimum. Langit cerah sekali . Matahari terbit pada jam 6:01 pagi dan terbenam 6:14 sore. Hari Minggu akan bagus untuk duduk di kebun, memanggang sosis dan minum bir, ya?

Guru juga mengajar kami namanya banyak binatang. Hari kamis di lab kami juga menonton film tentang binatang Indonesia:


Ini gajah, binatang yang sangat besar dan pandai.




Ini harimau dari Sumatra. Ada masih kira-kira 400 yang hiddup di sana.




Ini kambing. (Jangan kuatir! Di kelas kambing di kereta-api tidak ada!)






Ini kerbau yang mempunyai arti yang sangat besar bagi petani.





Ini komodo yang berasal dari pulau Komodo. Ini binatang melatan yang terbesar di dunia.










Ini katak berwarna hijau yang menyanyi semalaman.








Ini monyet! Selalu lucu, tapi hati hati! Makanan Anda akan dicuri!



Ini cicak. Hari ini kami diajar lagu tentang cicak:
"Cicak, cicak di dinding! Diam, diam merayap.
Datang seekor nyamuk... Hap! Lalu ditankap!"


Yang ini adalah seekor kupu-kupu. Apakah Anda berpikir menyerupai seorang guru bahasa Indonesia? Indah banget, ya?

Saturday, 20 September 2008

SEMESTER 2: MINGGU KEDELAPAN

Minggu ini hari Senin kami adalah ujian lisan dan hari Kamus ujian ditulis (tengah semester). Sayangnya saya sudah lelah sekali, ketika saya datang ke ruang kelas Senin pagi . Saya seharusnya membawa kemenakan perempuan saya dari Israel ke pelabuhan udara. Penerbangan dia seharusnya berangkat pada jam sembilan pagi, jadi saya sudah mau berangkat dari Roleystone jam setengah tujuh. Selama malam isteri melihat weker jam dan dia bingung: dia pikir sudah tujuh kurang seperempat tapi benar-benar cuma tiga kurang seperempat. Dia membangunkan saya, dan sesudah itu saya tidak dapat lagi tidur. Walaupun saya benar-benar lelah untuk ujian lisan, tidak dilakukan saya terlalu jelek. Hari Kamus saya ya tidur baik-baik, jadi ujian ditulis lebih baik daripada ujian lisan. Sebelum ujian tulis suami Bu Indra datang ke kelas kami untuk berbicara sedikit dalam bahasa Indonesia dengan mahasiswa. Dia adalah seorang laki-laki yang sangat menarik, dan harap saya dia akan datang mengunjungi kami lagi.

Thursday, 11 September 2008

SEMESTER 2: MINGGU KETUJUH

Minggu ini kami selesai langkah kesatu dalam buku baru. Langkah ini bernama "Ayo berangkat!" dan ini tentang perjalanan dengan kereta-api, bis, pesawat terbang atau kapal. Tentu saja, kami punya banyak kata-kata baru. Kami belajar bagaimana membeli tiket atau melihat jadwal kereta api atau pesawat terbang. Minggu depan ada ujian, ditulis dan lisan, jadi akhir minggu saya harus belajar dan merevisi banyak. Hari Senin tiga orang Indonesia, yang mengajar di Indonesia tapi belajar sekarang di universitas Curtin selama dua bulan, datang ke kelas kami untuk ngobrol dalam bahasa Indonesia. Pak Baban, Pak Asep dan Bu Endah ramah sekali dan mahasiswa senang sekali bertemu mereka. Hari siang di kampus sesudah kelas bahasa Indonesia saya bertemu Bu Endah dan Pak Baban. Bu Endah mengajak saya bertemu teman-teman mereka. Saya duduk dengan mereka kira-kira satu jam dan ngobrol dalam bahasa Indonesia. Orang ini semua ramah sekali, juga mengajak saya mengunjungi mereka di rumah di sini. Sesudah ujian saya, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengunjungi sebelum mereka kembali ke Indonesia. Saya harap latihan lisan ini akan tolong saya untuk ujian!

Saturday, 6 September 2008

SEMESTER 2: MINGGU KEENAM

Minggu ini kami mulai buku baru Bersama-Sama. Buku ini lebih sulit daripada buku yang lalu. Tidak ada artinya kata-kata baru dalam bahasa Ingerris. Tapi buku ini lebih menarik daripada Bersama-sama Lagi. Kami sekarang belajar katu-katu untuk jalan dengan bis, kereta-api atau pesawat terbang:
Jangan buang sampah!
Jagalah Kebersihan!
Porter membawa kopor.
Pramugari melayani penumpang.
Matikan telepon genggam
Keluar
Masuk
Mohan antri
Dilarang merokok!
Kedatangan

Pengambilan Bagasi

Loket tiket
Hati-hati! Dilarang calo!

SEMESTER 2: MINGGU KEEMPAT

Minggu ini di kelas bahasa Indonesia kami sudah berlatih revisi untuk langkah-langkah 9, 10 and 11. Sekarang kami sudah selasai buku Bersama-sama Lagi. Dalam langkah ini kami belajar tentang pesar telepon, buah-buahan dan membeli pakaian. Hari Kamis kami tulis ulangan buat langkah yang ini.