Thursday, 23 October 2008

SEMESTER 2: MINGGU KEDUABELAS

Hari Senin dalam kuliah kami mulai Langkah 3 yang menggambarkan rumah berbeda dari kepulauan Indonesia. Ada banyak kata baru dan masing-masing mahasiswa membuat bagan rumahnya untuk menggambarkan kepada kelas. Besok kami mulai festival Yahudi selama delapan hari yang disebut Sukkoth, atau Festival Pondok-pondok. Festival ini bercirikan dengan pembangunan pondok yang terbuat dari cabang dan dengan berkumpul empat macam tanaman khusus. Dengan tanaman itu Yahudi sholat untuk kesuburan negeri dan untuk hujan. Dua hari pertama dan dua hari terakhir dari festival ini sacral untuk orang Yahudi. Sayang, saya tidak akan datang ke kuliah selama hari-hari itu. Hari Kamis kami akan diuji, jadi saya harus belajar selama hari yang ini.

"Sukkah" adalah pondok yang dinding terbuat dari ijuk atau kayu dan yang atap terbuat dari cabang.
Orang Yahudi bermain gitar dan menyanyi dalam sukkah selama festival ini.


Empat macam tanaman yang dipakai untuk sholat selama festival ini.

Wednesday, 22 October 2008

SEMESTER 2: MINGGU KESEBELAS

Hari Senin dalam kuliah kami terus belajar Langkah 2 yang melihat lingkungan di Indonesia. Kami belajar bagaimana padi ditanam dan juga musim berbeda yang berlangsung di sini dan di Indonesia. Karena hari Kamis ada hari raya Yahudi, Yom Kippur, yang hari berpuasa, saya tidak akan datang ke kampus hari itu, jadi saya sudah memberi tugas saya kepada Bu Indra:

PERJALANAN KE INDONESIA: JAWA DAN BALI

Hari Minggu, 21. September:

Hari ini saya dan isterik saya naik pesawat terbang ke Indonesia. Perjalanan ini selama dua minggu sampai 4. Oktober dan kami akan mengunjungi dua pulau: Jawa dan Bali. Kami bangun pagi-pagi pada jam setengah tujuh dan kemudian naik taksi ke pelabuhan udara. Sesudah kami menerima pas naik dengan nomor tempat duduk kami dan mendaftarkan bagasi, kami pergi ke pintu nomor tiga dan tunggu penerbangan kami. Keberangkatan penerbangan ini tepat pada waktunya jam sembilan lewat seperempat. Di pesawat terbang Garuda 457 ke Jakarta pramugari semua ramah sekali. Mereka melayani kami makan pagi dengan kopi yang sangat enak.
Selama penerbangan saya menonton film. Karena pelabuhan udara di Jakarta sibuk sekali, penerbangan kami terlambat sedikit. Sesudah kami melewati imigrasi dan mencari kopor kami dari tempat pengambilan bagasi, kami naik taksi ke hotel kami. Aduh! Jakarta kota besar banget dengan banyak orang yang naik sepeda motor.
Sesudah tiba di hotel kami, kami mandi dan lalu makan siang di rumah makan vegetarian dekat hotel. Lalu kami jalan kaki ke Kota Tua Jakarta untuk jalan-jalan di sana; ada banyak orang Cina—peranakan—yang tinggal di sana. Daerah ini pusat kebudayaan Betawi. Sebelum makan sore di hotel, kami mengunjungi Masjid Istiqlal. Masjid ini besar dan indah sekali. Malam harinya isteri saya mau pergi berbelanja, jadi kami naik bis kota ke Plaza Senayan.
Di plaza itu ada banyak butik yang menjual pakaian bermerek Versace, Calvin Klein, Prada, Bulgari, Bali, Escarda dan banyak merek beken lain. Pada hari-hari ini sedang ada obral dan harga barang di sini jauh lebih murah daripada harga barang di Australia. Isteri saya membeli rok berwarna biru terbuat dari sutera. Sesudah berbelanja kami minum teh dan lalu kembali ke hotel untuk tidur.

Hari Senin, 22. September

Pagi hari sesudah makan pagi kami kembali ke Kota untuk berkunjung ke Museum Sejarah. Museum ini menarik sekali dengan banyak gambar tua. Kemudian kami pergi ke Taman Margasatwa Ragunan. Di sana ada lebih dari lima ratus macam binatang, yang berasal dari seluruh kepulauan Indonesia. Kami melihat monyet, gajah, harimau, orang-utan, buaya dan banyak binatang lain. Karena besok pagi-pagi kami akan berangkat dari Jakarta dengan kereta api ke Yogyakarta, kami kembali ke hotel sangat awal untuk tidur.


Hari Selasa, 23. September

Pagi ini kami naik kereta api yang berangkat dari Jakarta pada jam enam dan tiba di Yogyakarta pada jam setengah tujuh sore. Tidak ada waktu untuk makan pagi di hotel, tapi di setasiun kereta-api ada penjaja yang menjajakan makanan kecil. Kami membeli pisang goreng. Enak sekali! Selama perjalanan kereta-api kami melihat lingkungan di sekitar kami, juga membaca buku dan tidur sedikit. Sesudah kami tiba ke Yogyakarta, kami naik taksi ke hotel kami dan makan malam. Lalu kami jalan-jalan di kota. Yogyakarta lebih menarik daripada Jakarta, karena kota ini pusat kebudayaan Jawa. Malam harinya kami pergi menonton wayang kulit, yang sangat !

Hari Rabu, 24. September

Pagi hari kami berangkat dari Yogyakarta dengan bis wisatawan ke Borobudur, kira-kira empat puluh kilometer dari Yogya. Borobudur adalah candi Budha yang sangat tua dan sangat besar. Pada abad ke-14 sesudah agama Islam datang ke Jawa, tidak ada orang Budha yang bersembahyang di sana. Sir Stamford Raffles kemudian menemukan candi ini pada 1814. Ada banyak wisatawan di sana, dan istri saya mengambil banyak potret.

Malam hari kami pergi ke pasar malam, Pasar Beringhajo. Ada banyak barang untuk dibeli, dan pasar sangat penuh dengan banyak orang. Saya dapat menawar dalam bahasa Indonesia dan kami membeli dua helai sarung dengan harga murah sekali. Kami juga beli buah-buahan untuk membawa ke hotel: sesisir pisang, seikat rambutan, sekilo manggis dan sebuah nanas. Buah Indonesia segar-segar dan enak-enak!


Hari Kamis, 25. September

Hari ini kami pergi ke Kraton Yogyakarta atau Kraton Ngayogyakarta, yang tempat tinggal Sri Sultan Hamengkubuwono. Di sana kami melihat Paligaran dan Siti Hinggel, Museum Kereta, Alun-alun Selatan dan Utara, dan Taman Sari. Di Taman Sari ada kebun indah dan tua sekali. Di sana dulu tinggal semua orang perempuan simpanan(harem); sultan dapat melihat siapa yang tercantik dan dia dipilih untuk tempat tidur dengan Sultan.


Hari Jumat, 26. September


Hari ini kami naik bis ke Prambanan, kira-kira tujuh puluh kilometer dari Yogyakarta. Prambanan candi Hindu dibangun pada abad ke-10 selama masa raja kekuasaan Hindu Mataram. Prambanan daerah yang dilindungi oleh UNESCO. Sesudah kami kembali ke Yogya, kami pergi ke pabrik kecil yang membuat kain batik. Menarik sekali untuk menonton. Setiap orang harus bekerja kerasdengan cermat, agar batik akan menjadi sangat indah.


Hari Sabtu, 27. September

Hari ini kami lagi malas. Cuacanya panas dan lembab, jadi kami berenang di kolam berenang di dekat hotel kami. Wah! Menyenangkan banget! Kami juga pergi ke setasiun kereta-api untuk membeli tiket buat besok ke Surabaya dari loket karcis. Kami bertanya kapan berangkat kereta-api yang tiba ke Surabaya kira-kira jam satu siang. Adalah kereta-api yang berangkat dari Yogya jam delapan kurang seperempat dan tiba ke Surabaya jam satu lewat seperempat. Harga tiket kelas eksekutif hanya seratus empat puluh ribu rupiah!


Hari Minggu, 28. September


Sesudah kami tiba ke Surabaya kami naik taksi ke gedung yang menarik sekali. Gedung ini gereja kaum Yahudi: Adalah satu-satunya sinagoge di seluruh Indonesia. Dulu, ada dua ribu Yahudi di Indonesia, paling banyak ada di Surabaya. Mereka datang sebagai pedagang dari Holland, tapi ada juga itu yang datang dari Iraq atau Eden. Sekarang hanya sedikit yang masih tinggal di Surabaya dan yang menjaga sinagoge ini. Kami bercakap-cakap dengan Leah Zahavi, seorang wanita tua Yahudi yang menjaga sinagoge. Hampir semua keluarganya sudah berangkat dari Indonesia dan sekarang tinggal di Israel, tapi dia cinta tinggal di Indonesia, tidak mau berangkat.


Hari Senin, 29. September


Hari ini hari terakhir kami di Jawa. Besok kami akan naik feri ke Bali, tapi hari ini kami masih mau melihat Gunung Bromo. Kami menyewa mobil pribadi untuk menyetir ke sana. Saya harus menawar dengan sopir, tapi dia memberi harga cukup murah. Gunung Bromo bukan gunung yang tertinggi. Tingginya cuma dua ribu tiga ratus dua puluh sembilan meter. Gunung ini gunung berapi yang masih aktif. Kadang-kadang gunung ini meletus dan mengeluarkan lahar. Lingkungan di sekitar gunung berapi ini sangat indah.

Hari Selasa, 30. September


Hari ini kami naik feri dari Ketapang, Jawa ke Gilimanuk, Bali Barat. Perjalanan ini hanya dua puluh menit, dan ongkosnya murah sekali, cuma Rp. 3300. Sesudah kami tiba di Gilimanuk, kami naik bis ke Ubud, pusat kebudayaan di tengah pulau. Di Bali kami tidak mau tinggal di hotel: kami sudah menyewa rumah kecil di tengah sawah di daerah Sayan, kira-kira empat kilometer dari pasar Ubud dan Jalan Hanoman.

Hari Rabu, 1. Oktober


Hari ini kami sedang bersantai dan jalan-jalan di sawah. Kami melihat petani-petani yang mengairi atau membajak sawah, ada juga yang menyemai bibit-bibit dengan rapi. Padi semua kehijau-hijauan, jadi isteri memotret banyak.


Hari Kamis, 2. Oktober


Wah! Berbelanja lagi, tapi tidak di plaza Jakarta atau pasar Yogya, tapi kali ini di Jalan Hanoman! Isteri membeli anting-anting terbuat dari perak dan beberapa mainan bagi cucu. Saya membeli alat musik Bali yang disebut "tingklik" dan terbuat dari bambu. Malam hari kami menonton pertunjukan legong dengan musik gamelan Bali. Kami sangat suka pertunjukan ini!

Hari Jumat, 3. Oktober

Hari ini kami naik mobil pribadi ke Gunung Agung, tempat suci bagi orang Bali dan agama Hindu.Seperti Gunung Bromo, gunung ini gunung berapi aktif. Waktu terakhir meletus gunung api ini pada 1963. Di atas gunung ada candi Besakih, candi yang paling suci di Bali. Kami menonton orang Bali, yang sedang bersembahyang di sana. Indah dan menarik sekali!

Hari Sabtu, 4. Oktober

Hari ini kami naik taksi ke pelabuhan udara di Denpasar untuk kembali ke Perth. Di pesawat terbang, isteri saya dan saya menonton semua gambar-gambar yang dia sudah memotret. Perjalanan ini sangat menyenangkan, dan kami mau segera kembali untuk perjalanan yang lain di Indonesia.

Thursday, 25 September 2008

SEMESTER 2: MINGGU KESEMBILAN

Minggu ini kami mulai belajar Langkah 2 dalam buku baru. Langkah yang ini bernama "Lihatlah lingkungkan di sekitar kita!" Kami belajar kata baru untuk berbicara tentang buaca, binatang dan padi yang ditanam di sawah.

Ini ramalan cuaca selama tiga hari mendatang:

Hari Jumat masih adalah banyak hujan, tapi tidak dingin sekali, dengan suhu udara enam derajat Celsius minimun dan lima belas maksimum. Udara sangat lembab dan langit mendung. Jangan lupa bawa payung!


Hari Sabtu selama siang akan lebih panas, dengan suhu udara sembilan belas Celsius maksimun, tapi hari Sabtu malam sesejuk hari Jumat malam. Suhu lagi enam derajat. Siang hari langit akan cerah tapi agak berawan.


Hari Minggu kami tentu dapat bilang musim semi sudah datang! Hari Minggu akan lebih panas. Suhu akan delapan derajat minimum dan dua puluh tiga maksimum. Langit cerah sekali . Matahari terbit pada jam 6:01 pagi dan terbenam 6:14 sore. Hari Minggu akan bagus untuk duduk di kebun, memanggang sosis dan minum bir, ya?

Guru juga mengajar kami namanya banyak binatang. Hari kamis di lab kami juga menonton film tentang binatang Indonesia:


Ini gajah, binatang yang sangat besar dan pandai.




Ini harimau dari Sumatra. Ada masih kira-kira 400 yang hiddup di sana.




Ini kambing. (Jangan kuatir! Di kelas kambing di kereta-api tidak ada!)






Ini kerbau yang mempunyai arti yang sangat besar bagi petani.





Ini komodo yang berasal dari pulau Komodo. Ini binatang melatan yang terbesar di dunia.










Ini katak berwarna hijau yang menyanyi semalaman.








Ini monyet! Selalu lucu, tapi hati hati! Makanan Anda akan dicuri!



Ini cicak. Hari ini kami diajar lagu tentang cicak:
"Cicak, cicak di dinding! Diam, diam merayap.
Datang seekor nyamuk... Hap! Lalu ditankap!"


Yang ini adalah seekor kupu-kupu. Apakah Anda berpikir menyerupai seorang guru bahasa Indonesia? Indah banget, ya?

Saturday, 20 September 2008

SEMESTER 2: MINGGU KEDELAPAN

Minggu ini hari Senin kami adalah ujian lisan dan hari Kamus ujian ditulis (tengah semester). Sayangnya saya sudah lelah sekali, ketika saya datang ke ruang kelas Senin pagi . Saya seharusnya membawa kemenakan perempuan saya dari Israel ke pelabuhan udara. Penerbangan dia seharusnya berangkat pada jam sembilan pagi, jadi saya sudah mau berangkat dari Roleystone jam setengah tujuh. Selama malam isteri melihat weker jam dan dia bingung: dia pikir sudah tujuh kurang seperempat tapi benar-benar cuma tiga kurang seperempat. Dia membangunkan saya, dan sesudah itu saya tidak dapat lagi tidur. Walaupun saya benar-benar lelah untuk ujian lisan, tidak dilakukan saya terlalu jelek. Hari Kamus saya ya tidur baik-baik, jadi ujian ditulis lebih baik daripada ujian lisan. Sebelum ujian tulis suami Bu Indra datang ke kelas kami untuk berbicara sedikit dalam bahasa Indonesia dengan mahasiswa. Dia adalah seorang laki-laki yang sangat menarik, dan harap saya dia akan datang mengunjungi kami lagi.

Thursday, 11 September 2008

SEMESTER 2: MINGGU KETUJUH

Minggu ini kami selesai langkah kesatu dalam buku baru. Langkah ini bernama "Ayo berangkat!" dan ini tentang perjalanan dengan kereta-api, bis, pesawat terbang atau kapal. Tentu saja, kami punya banyak kata-kata baru. Kami belajar bagaimana membeli tiket atau melihat jadwal kereta api atau pesawat terbang. Minggu depan ada ujian, ditulis dan lisan, jadi akhir minggu saya harus belajar dan merevisi banyak. Hari Senin tiga orang Indonesia, yang mengajar di Indonesia tapi belajar sekarang di universitas Curtin selama dua bulan, datang ke kelas kami untuk ngobrol dalam bahasa Indonesia. Pak Baban, Pak Asep dan Bu Endah ramah sekali dan mahasiswa senang sekali bertemu mereka. Hari siang di kampus sesudah kelas bahasa Indonesia saya bertemu Bu Endah dan Pak Baban. Bu Endah mengajak saya bertemu teman-teman mereka. Saya duduk dengan mereka kira-kira satu jam dan ngobrol dalam bahasa Indonesia. Orang ini semua ramah sekali, juga mengajak saya mengunjungi mereka di rumah di sini. Sesudah ujian saya, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk mengunjungi sebelum mereka kembali ke Indonesia. Saya harap latihan lisan ini akan tolong saya untuk ujian!

Saturday, 6 September 2008

SEMESTER 2: MINGGU KEENAM

Minggu ini kami mulai buku baru Bersama-Sama. Buku ini lebih sulit daripada buku yang lalu. Tidak ada artinya kata-kata baru dalam bahasa Ingerris. Tapi buku ini lebih menarik daripada Bersama-sama Lagi. Kami sekarang belajar katu-katu untuk jalan dengan bis, kereta-api atau pesawat terbang:
Jangan buang sampah!
Jagalah Kebersihan!
Porter membawa kopor.
Pramugari melayani penumpang.
Matikan telepon genggam
Keluar
Masuk
Mohan antri
Dilarang merokok!
Kedatangan

Pengambilan Bagasi

Loket tiket
Hati-hati! Dilarang calo!

SEMESTER 2: MINGGU KEEMPAT

Minggu ini di kelas bahasa Indonesia kami sudah berlatih revisi untuk langkah-langkah 9, 10 and 11. Sekarang kami sudah selasai buku Bersama-sama Lagi. Dalam langkah ini kami belajar tentang pesar telepon, buah-buahan dan membeli pakaian. Hari Kamis kami tulis ulangan buat langkah yang ini.

Thursday, 14 August 2008

SEMESTER 2: MINGGU KETIGA

TENTANG PAKAIAN
Minggu ini kami belajar tentang pakaian dalam Langkah 11 buku bahasa Indonesia kami. Ini kata-kata yang baru dalam bahasa Indonesia untuk pakaian-pakaian:

anting-anting
baju
baju hangat atau baju sweater
baju kaus atau T-shirt
BH
celana
celana dalam
celana pendek
celana olahraga
cincin
dasi
ikat pinggang
jam tanggan
jas
jacket
kacamata
kacamata hitam
kaus kaki
kemeja
kemeja berlengen pendek/panjang
rok
sandal sepatu
topi
Kami juga mengetahui tentang perbandingan dan superlatif. Misalnya:

  1. Cincin itu terbuat dari tembaga. Harganya mahal. Cincin tembaga itu semahal anting-anting tembaga ini.

  2. Cincin kedua terbuat dari perak. Ini lebih mahal daripada cincin tembaga.

  3. Cincin ketiga terbuat dari emas. Cincin emas adalah yang termahal. atau: Cincin emas adalah yang paling mahal.
APA INI KEREN? PAK MOSHE BERTANYA!
Orang-perempuan ini memakai pakaian bermerek Agatha Ruiz de la Prada. Topi dia berwarna merah dan terbuat dari wol. Dia juga memakai dasi merah yang sedikit lucu, nggak? Bajunya berduat dari katun dan berwarna terang hijau. Celananya berwarna merah yang juga sangat terang. Mirip pohon Natal, ya! Wah, mata saya sudah sakit!






Orang laki-laki ini memakai bemerek Calvin Klein yang keren sekali. Ini bergaya muda dan sportif. Jasnya berwarna hitam muda dan terbuat dari kulit. Baju kaosnya berwarna abu-abu dan terbuat dari katun. Dia juga memakai jins berwarna abu-abu. Jins bemerek Clavin Klein adalah yang termahal tapi bermutu adalah yang paling bagus.



Orang laki-laki ini memakai pakaian bemerek Giorgio Armani dari Itali. Dia memakai topi yang bermutu bagus dan keren banget. Juga kacamata-hitam dia asyik sekali. Dia memakai jas terbuat dari kulit yang diperlakukan. Dia juga memakai sarung tanggan yang terbuat dari wol, bagus sekali pada musim dingin, ya. Tasnya juga terbuat dari kulit. Celananya yang sedikit sempit berduat dari katun dan bermutu bagus. Tapi hati-hati! Harganya mahal banget!


Model ini memakai pakaian bergaya lebih resmi dan bermerek Elena Miro. Dia memakai mantel yang berwarna hitam tua dan terbuat dari wol. Di atas mantel ini dia juga memakai ikat pinggang keren sekali dan terbuat dari kulit. Kemejanya terbuat dari sutera dan berwarna kuning muda. Dasinya juga terbuat dari sutera yang di buat di Cina. Dia memakai celana yang sempit dan berwarna hitam dengan sepatu bot terbuat dari kulit.




Model ini memakai pakaian bermerek Versace dan bergaya retro. Rok berlengen panjang itu berwarna hitau dan bermotif garis-garis yang berwarna merah muda dengan biru muda. Sepatu dia berduat dari kulit dan berwarna seperti berwarnya roknya. Juga kacamatanya bermutu adalah yang terbagus dan juga bermerek Versace. Mau pergi ke pesta? Kalau begitu, beli rok yang ini.



Model itu memakai pakaian bermerek Victoria's Secrets. Pakaian dalam wanita yang itu terbuat dari sutera. Berwarna hitam dan bermotif bintik-bintik yang berwarna krem. Kaus-kaki panjang itu terbuat dari sutera dan berwarna merah. Sangat cocok buat dia, ya? Kalau pacar atau suami kalian selalu menonton televisi dan tidak perhatian kepada kalian, membeli pakaian dalam ini dengan segera!


Model laki-laki ini memakai celana dalam yang bermerek Brief Tales. Celana dalam ini terbuat dari poliester. Berwarna hitam tapi transparan. Apa celana dalam ini menarik, ganteng atau seksi sekali? Tentu saja, saya tidak tahu. Tapi saya ya tahu bahwa celana dalam ini sempit sekali dan adalah mungkin tidak baik untuk kesehatan seorang laki-laki.

Thursday, 7 August 2008

SEMESTER 2: MINGGU KEDUA

BUAH-BUAHAN

Minggu ini kami belajar buah-buahan di Indonesia. Sudah belajar kata-kata yang menggambarkan nama, rasa, bau, kulit, daging dan bentuk hampir semua buah-buahan yang dimakan di Indonesia. Hari Senin Bu Indra membawa semua buah ini ke kelas kami. Dia juga mebawa tiga macam rujak: satu pedas, satu tidak pedas dan satu dengan kacang tanah. Pertama kali saya makan rujak dengan buah. Enak-enak! Semua mahasiswa sangat senang! Yang ini adalah sedikit nama buah-buahan yang kami sudah belajar:

Namanya


Manggis- mangosteen
Durian- durian
Nanas- pineapple
Rambutan- rambutan
Mangga- mango
Anggur- Grapes
Belimbing- star fruit
Pisang- Banana
Kelapa- coconut
Semangka- watermelon




Ini durian. Bentuknya besar dan oval. Kulitnya tebal, berduri dan berwarna hijau. Dagingnya berwarna krem. Baunya sangat aneh, tapi rasanya manis-manis, tapi aku belum pernah makanan buah ini. Kenapa bisa makan dengan baunya itu? Saya tidak tahu! Orang-orang pikir ini buah yang enak-enak!





Ini mangga. Bentuknya juga oval tapi lebih kecil daripada durian. Kulitnya tipis, mulus dan berwarna merah dan kuning kalau matang; berwarna hijau kalau masih mentah. Dagingnya berwarna kuning. Baunya dan rasanya manis sekali. Saya suka sekali buah ini, tapi sayang saya tidak bisa makan. Berisis banyak glukosa, dan saya tidak dapat makanan!




Ini kelapa. Saya suka banget! Saya mau makanan kelapa setiap hari, tapi saya makan cuma kadang-kadang, karena di sini ini mahal. Kulitnya keras dan berwarna coklat; dagingya putih dan rasanya manis. Istri sering makanan makan Indonesia, Cina atau Thailand dengan santan. Wah! Enak-enak makan ini! Saya harus hati-hati, kalau tidak saya akan makan terlalu banyak!
Ini salak. Saya jarang makan ini, tapi bulan yang lalu di Kuching saya sudah makan banyak. Bentuknya kecil dan seperti bola golf. Kulitnya keras dan seperti kulit ular. Rasanya masam sekali. Di Kuching saya sudah makan enam salak; sesudah makan mulut saya sangat sakit. Dokter gigi di sini pikir buah ini punya banyak asam, karena ini mulut saya sakit.


Ini ikut rambutan. Saya suka sekali buah ini, tapi kami jarang makan, hanya selama kami Jalan-jalan ke negara Asia. Kulitnya sedikit tebal, berrambut dan berwarna merah. Dagingnya putih dan rasanya manis-manis! Enak-enak buah ini.


Selama pelajaran kedua pada Haru Kamis Bu Indra tolong kami dengan revisi semua kata-kata baru. Kami juga berlatih teks dalam langkah 10. Sesudah, dengan Ashleigh Williams saya memainkan peran seorang penjual dan dia adalah seorang pembeli. Aduh, sulit sekali ditawar dengan dia. Minggu depan kami akan belajar tentang pakaian. Menarik sekali, ya?





Thursday, 31 July 2008

SEMESTER 2: MINGGU PERTAMA

Minggu ini semester dua mulai, dan saya sudah belajar lagi bahasa Indonesia. Tentu saja, saya senang sekali. Walaupun saya bisa menulis buku harian ini dalam bahasa Inggris, saya mau mencoba menulis semua dalam bahasa Indonesia. Begitu saja, saya dapat berlatih bahasa ini. Semester ini kelas kami ada lebih sedikit mahasiswa, tapi semua mahasiswa pandai sekali. Minggu ini Bu Indra tolong kami dengan revisi semua pelajaran dari semester pertama. Wah, dia memberi kami banyak tugas untuk melakukan! Hari ini tiga mahasiswa dari Indonesia yang belajar sekarang di Curtin sudah datang ke kelas kami dan bicara sedikit dengan mahasiswa bahasa Indonesia. Saya sudah menulis email kepada mereka. Hari malam ini saya musti menelpon Bu Indra untuk berjawab 'udangan' buat pestanya (khayalan) hari ulang tahun kedua puluh satu. Saya hampir lupa! Selama berlibur saya dan istri pergi ke Kuching di pulau Borneo di Malaysia Timor. Kuching kota indah sekali dan sangat bersih. Kami sudah melihat orangutan di Seminggok (taman margasatwa) dan di atas Gunung Gading raflesia, bunga yang paling besar di atas tanah. Di sini Anda bisa melihat sedikit gambar:

Di tepi sungai Kuching.

Orangutan laki-laki di taman Seminggok

Botanikus dari taman Gunung Gading dengan bunga yang paling besar, raflesia.

Apa Anda pencinta alam? Kalau begitu, Borneo pulau menarik dan indah sekali!

Tuesday, 27 May 2008

AYAH BEKERJA DI MANA?




Pemain-pemain:

Ibu Lili Kusuma: Bree Swift
Pak Arif Kusuma: Moshe Bernstein
Cica Kusuma(anak perempuan): Christine Mueller
Anna Jones (student dari Australia): Tamsyn Butler
Feriana (pembantu): Moshe Bernstein


DI KOPERASI

Ibu: Cica, kamu mau beli alat-alat sekolah, kan?
Cica: Ya, bu. Saya mau beli gunting sama spidol dan kalkulator.
Ibu: Kami musti pergi ke toko, ya?
Pak: Tidak pergi ke toko. Harganya di sana mahal sekali. Kami harus ke koperasi, nggak?
Cica: Ya, Ayah, tapi harus pergi sekarang. Sudah jam setengah sebelas koperasi hampir tutup!
Ibu: Di koperasi harganya pas, nggak?
Pak: Ya, tapi minggu ini ada lagi obral dengan diskon sepuluh percen!
Cica: Hebat, ayah! Ayo sekarang!
(Mereka datang ke koperasi.)
Cica: Kalau saya beli lima spidol ini, yang keenam gratis!
Ibu: Berapa harganya?
Cica: Harganya hanya enam ratus rupiah dengan diskon!
Ibu: Ini murah sekali, ya?
Pak: Murah banget, bu! Cica bisa beli lima dengan keenam gratis.
Cica: Aduh! Orang perempuan itu Anna Jones, mahasiswa dari Australia. Dia duduk di kelas saya di universitas. Anna, selamat siang!
Anna: Selamat siang, Cica. Apa kabar?
Cica: Baik-baik, dan kamu?
Anna: Baik sekali, terima kasih.
Cica: Kenalkan, ini bapak saya, Pak Arif Kusuma, dan ibu saya, Bu Lili Kusuma.
Ibu: Halo, Anna.
Pak: Halo.
Anna: Halo.
Pak: Kamu berasal dari mana di Australia?
Anna: Saya berasal dari kota Sydney. Dulu keluarga saya tinggal di Perth tapi kami sudah pindah ke Jakarta.
Ibu: Bagus! Kamu sudah pandai bicara bahasa Indonesia.
Cica: Ya, dia pandai berbicara tapi masih belum pandai menulis dan membaca.
Pak: Cica, saya harus pergi bekerja, nih. Mau beli kalkulator ini? Harganya cuma dua puluh satu ribu rupiah.
Cica: Saya mau beli ini.
Pak: Mau beli yang hitam atau yang merah?
Cica: Saya mau yang merah! Terima kasih, Ayah!
Pak: Terima kasih kembali. Saya membayar dan sesudah saya pergi ke pekerjaan saya.
Anna: Apa pekerjaan anda, Pak?
Pak: Dulu saya belajar mata pelajaran agama di universitas, tapi sekarang saya sopir taksi.
Cica: Anna, mampir ke rumah saya hari sore, yuk?
Anna: Boleh!
Ibu: Anna, apa kamu mau makan malam dengan kami?
Anna: Ya, saya suka sekali.
Pak: Maaf, saya tidak dapat makan di rumah malam ini. Saya musti bekerja.
Anna: Bagaimana saya pergi ke rumah kami?
Pak: Dari terminal bis kamu naik bis kota nomer lima puluh enam sampai Toko Matahari.
Cica: Dari sana seberangi jalan itu dan rumah kami nomer seratus tiga puluh delapan.
Pak: Wah, saya terlambat, nih! Sampai jumpa lagi!
Ibu, Cica dan Anna: Sampai jumpa!
Ibu: Apa kamu bisa mampir ke rumah jam enam malam? Kami akan minum teh dan sesudah makan malam.
Anna: Saya pergi ke Klub Musik dari jam empat sampai jam lima. Sesudah saya naik bis ke rumah kamu!
Cica: Klub Musik? Apa kamu berlatih bermain alat musik?
Anna: Saya berlatih bermain gitar. Dan kamu? Apa kamu juga bermain alat musik?
Cica: Ya, saya belajar piano dan saya menyanyi, tapi saya tidak ikut Klub Musik. Saya suka Klub Ingerris karena saya dapat berlatih bicara bahasa ini.
Ibu: Sudah terlamblat! Sekarang kami harus ke toko dan beli makan untuk makan malam. Sesudah kami pergi ke rumah.
Cica: Kenapa Feriana tidak beli makan hari ini?
Anna: Siapa Feriana?
Cica: Pembantu kami. Dia orang Kalimantan dan baik-hati sekali.
Ibu: Hari ini Feriana mencuci rumah dan mobil. Tidak bisa beli makan.
Cica: Oke,kami sekarang pergi ke toko. Anna, sampai jumpa lagi, yuk?
Anna: Ya, sampai jumpa nanti!

DI RUMAH

(Ibu dan Cica duduk di rumah mereka. Ibu menjahit dan Cica membaca buku. Ada ketokan di pintu.)

Ibu: Siapa di sana?
Anna: Ini saya, Anna.
Cica: Anna, silakan masuklah!
Anna: Selamat sore! Apa kabar, Bu?
Ibu: Baik-baik, terima kasih!
Anna: Anda sedang menjahit apa?
Ibu: Saya menjahit rok baru. Hobi saya menjahit.
Cica: Bagaimana hobi kamu, Anna? Klub Musik sudah selasai?
Anna: Ya, sudah. Cukup sulit tapi menyenangkan. Kapan Klub Bahasa Ingerris berkumpul?
Cica: Klub Ingerris berkumpul setiap hari Kamis pada jam tiga sampai jam lima.
Ibu: Anna, apa kamu mau minum teh?
Anna: Ya, boleh!
Ibu: Feriana!
(Feriana masuk dari dapur.)
Feriana: Ya, nyonya!
Cica: Feriana, ini teman saya. Namanya Anna. Dia orang Australia.
Feriana: Selamat datang, Anna. Australia jauh banget dari sini, nggak?
Anna: Tidak jauh sekali. Empat jam dengan pesawat terbang.
Ibu: Feriana, kami mau minum teh.
Feriana: Baiklah, nyonya. Saya sekarang akan menyiapkan teh.
(Feriana pergi untuk menyiapkan teh.)
Ibu: Anna, kamu sudah pandai bermain gitar?
Anna: Saya masih belum pandai tapi saya berlatih setiap hari.
Cica: Feriana juga mempunyai hobi. Dia bernyanyi. Feriana, nyanyikan lagu kepada kami!
Feriana: Wah, Mbak Cica! Saya pemalu sekali!
Cica: Tapi kamu menyanyi sangat baik!
Feriana: Saya tidak mau.
Ibu: Feriana, menyanyi!
Feriana: Ya, nyonya.
Burung kakaktua, hinggap di jendela, nenek sudah tua, giginya tinggal dua
Tredung, tredung,tredung, tralala (tiga kali) burung kakaktua!
Cica: Indah sekali!
Ibu: Bagus, Feriana!
Feriana: Terima kasih!
Anna: Feriana, di mana kamu belajar menyanyi?
Feriana: Dulu Ibu saya di Kalimantan mengajar saya untuk menyanyi. Sesudah saya menyanyi kepada anak-anak saya.
Ibu: Feriana mempunyai empat anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
Cica: Mereka masih tinggal di Kalimantan.
Anna: Dan suami kamu? Dia masih tinggal di sana?
Feriana: Ya, dia masih di sana. Dia naik becak.
Anna: Bagaimana sifatnya?
Feriana: Dia tinggi dan ganteng banget. Dia juga humoris dan ramah sekali. Saya sangat cinta dia. Minta maaf, saya akan membawa teh aja.
(Feriana pergi untuk membawa teh.)
Anna: Saya pikir Feriana bukan orang perempuan!
Ibu: Bukan orang perempuan? Dia tentu orang perempuan! Dia cantik sekali!
Cica: Aduh, Anna! Kenapa kamu pikir begitu?
Anna: Saya pikir itu, karena dia berjanggut!
Ibu: Berjanggut! Apa dia mempunyai janggut? Saya belum pernah melihat janggut.
Cica: Tapi adalah juga orang perempuan yang berjanggut!
Anna: Tapi dia tidak berjanggut sedikit, dia berjanggut panjang!
(Feriana datang membawa teh.)
Feriana: Ini teh, nyonya.
Ibu: Terima kasih, Feriana!
Cica: Feriana, Anna pikir kamu bukan orang-perempuan! Dia pikir kamu sebetulnya orang laki-laki!
Feriana: Saya orang laki-laki!?!! Kenapa dia pikir itu?
Anna: Saya pikir itu, karena kamu berjanggut.
Feriana: Berjanggut? Saya berjanggut?
Ibu: Wah, Feriana! Apa itu benar atau salah?
Feriana: (Menyingkirkan wignya.) Ya, ini betul. Saya sebetulnya orang laki-laki.
Ibu: Arif!
Cica: Ayah!
Anna: Pak Kusuma, selamat sore!
Ibu: Arif! Kenapa kamu memakai pakaian seorang perempuan?
Pak: Kenapa? Karena saya banci.
Cica: Tapi kami pikir Anda setiap hari bekerja sebagai sopir taksi, nggak?
Pak: Tidak. Saya tidak bekerja sebagai sopir taksi. Saya bekerja di kota di kelab malam untuk banci.
Anna: Kenapa Anda bekerja di sana, Ayah?
Pak: Dulu saya bekerja sebagai sopir taksi, tapi saya hanya mendapat dua juta rupiah sebulan.
Di kelab malam saya bisa bekerja untuk mendapat lima juta.
Cica: Lima juta! Bagus sekali, Ayah!
Ibu: Arif, kapan kamu pergi ke kelab malam?
Pak: Setiap malam sesudah kami pergi ke tidur, saya berangkat ke kelab malam.
Ibu: Baiklah! Tapi kami terlambat. Kami mau makan.
Cica: Iya, kami lapar sekali.
Anna: Sekarang Feriana tidak akan memasak nasi goreng untuk kami.
Pak: (Mengenakan lagi wig.) Kalau begitu… saya masih bisa memasak nasi goreng untuk anda, kan?
Ibu: Baiklah! Masuk ke dapur dan mulai bekerja!
Pak: Ya, segera, nyonya!
(Feriana pergi ke dapur.)
Anna: Sekarang dia lagi sangat cantik!